Kotawaja bahasa Jepang atau dikenal sebagai peribahasa dalam bahasa Indonesia merupakan susunan kata atau kalimat yang mempunyai makna tertentu, baik berupa perumpamaan, kiasan, simbolik maupun makna-makna intrinsik lainnya.

Berikut ini adalah pribahasa Jepang yang dipadankan dengan bahasa Indonesia/Melayu, beserta artinya.

Contributor: Uju Solihudin (Joe-enk)

1.    開いた口がふさがらない

‘Aita kuchi ga fusagaranai'

Seperti orang darat jolong menurun.

(Tercengang-cengang)

 

2.    悪事千里を走る

‘Akuji senri o hashiru'

Busuk berbau jatuh berdebuk.

(Perbuatan jahat bagaimanapun disembunyikan tetap akan dapat diketahui)

 

3.    頭をかく

‘Atama o kaku'

Terpecak peluh di muka.

(Perihal seseorang yang merasa sangat malu)

 

4.    頭のてっぺんから足のつま先まで

‘Atama no teppen kara ashi no tsuma saki made'

Dipilih antah satu-satu.

(Diperiksa dengan seksama)

Sarap sehelai dituilkan, batu sebuah digulingkan.

(Sangat teliti dalam pemeriksaan)

 

5.    あたら立てればこちらが立てぬ

‘Atara tatereba kochira tatenu'

Bagai makan buah si malakama.

(Keadaan yang serba sulit)

Seperti kucing di atas tampok.

(Seorang yang merasa kebingungan untuk memilih mana yang harus dijaganya karena diberi tugas menjaga dua benda.

 

6.    後の祭り

‘Ato no matsuri'

Habis gatal baru ingat hendak menggaruk.

Telah jauh maka dipanggil.

(Telah lewat masalahnya baru ditemukan cara pemecahannya)

 

7.    穴のあくほど

‘Ana no aku hodo'

Cacak seperti lambing tergadai.

(Perihal seseorang yang sedang terpana)

 

8.    あまいものにありがつく

‘Amai mono ni ari ga tsuku'

Ada gula ada semut

(Orang selalu berkumpul di tempat yang bisa memberikan keuntungan)

 

9.    ありの穴から堤もくずれる

‘Ari no ana kara tsutsumi mo kuzureru'

Ikan seekor rusakkan ikan setabat.

Ikan sedikit rusakkan ikan setajau.

(Karena kesalahan kecil, akibatnya sangat besar)

 

10.  息が合う

‘Iki ga au'

Diuji sama merah, ditahil sama berat.

(Pasangan yang serasi)

 

11. 石の上にも三年

‘Ishi no ue ni mo sannen'

Belakang parang pun kalau diasah akan tajam.

(Dengan usaha yang keras pasti akan mendatangkan hasil yang baik)

 

12.  急がば回れ

‘Isogaba maware'

Terlampau cepat jadi lambat

(Pekerjaan yang dilakukan tergesa-gesa sehingga hasilnya menjadi tidak baik)

Alpa negeri alah, sia-sia hutang tumbuh

(Bila melakukan kekeliruan dalam suatu pekerjaan, maka akan mendapatkan kesusahan)

Deras datang dalam kena

(Mengerjakan sesuatu dengan tergesa-gesa hanya akan mendatangkan kerugian)

 

13.  一刻千金

‘Ikkoku senkin'

Waktu adalah uang

(Memanfaatkan waktu sebaik-baiknya)

 

14.  一石二鳥

‘Isseki nichou'

Cencang dua segeragai.

Sekali merangkuh dayung, dua tiga pulau terlampaui.

Sambil berdiang nasi masak

(Sekali melakukan pekerjaan dapat mencapai beberapa tujuan)

 

15.  居ても立っても居られない

‘Itemo tattemo irarenai'

Menggelitik-gelitik bagai ulat nangka.

(Sangat gelisah)

 

16. 井の中の蛙大海を知らず

‘I no naka no kawasu taikai o shirazu'

Seperti katak di bawah tempurung.

(Orang yang berpengetahuan sempit)

 

17. 雨後のたけのこ

‘Ugo no take no ko'

Bagai cendawan tumbuh.

Seperti cendawan tumbuh pada musim hujan.

(Banyak sekali tumbuh dalam satu waktu)

 

18. はじの上ぬり

‘Haji no ue nuri'

Membasuh muka dengan air liur

(Seseorang yang hendak memperbaiki kesalahannya tetapi justru berakibat memperparah kesalahan tersebut)

 

 

 

 

19.  馬の耳に念仏

‘Uma no mimi ni nenbutsu'

Mengisi gantang pesuk

(Pekerjaan yang sia-sia)

 

20. かえるの面に水

‘Kaeru no tsura ni mizu'

Mengisi perian bubus

(Pekerjaan yang sia-sia)

 

21. ぬかにくぎ

‘Nuka ni kugi'

Air di daun keladi

(Sukar dinasihati)

 

22. のれんに腕押し

‘Noren ni ude oshi'

Ibarat menyurat di atas air.

(Pekerjaan yang sia-sia)

(Sama sekali tidak berbekas)

 

23. 売り言葉に買い言葉

‘Uri kotoba ni kai kotoba'

Alang berjawab, tepuk berbalas

(Membalas yang dilakukan lawan dengan hal yang sama)

 

 

24. うり二つ

‘Uri futatsu'

Bagai pinang dibelah dua

(Sangat serupa dan sepadan)

 

25. 雲泥の差

‘Undei no sa'

Seperti siang dengan malam

(Terlalu jauh berbeda)

 

26. 大目玉を食う

‘Oomedama o kuu'

Mendapat kopi pahit.

Mendapat kopi keras.

Mendapat kopi tubruk.

(Mendapat teguran keras)

 

27. お株をうばう

‘Okabu o ubau'

Ada langit di atas langit.

(selalu masih ada yang yang lebih hebat)

 

28. おくびにも出さない

‘Okubi ni mo dasanai'

Diam seribu bahasa.

(Membisu)

 

29. お里が知れる

‘Osato ga shireru'

Usul menunjukkan asal.

(Tingkah laku dan budi bahasa seseorang menunjukkan asal muasal keturunannya)

 

30. 恩をあだで返す

‘On o ada de kaesu'

Campak bunga dibalas dengan campak tahi.

Air susu dibalas air tuba.

(Kebaikan dibalas dengan kejahatan)

 

31. かえるの子はかえる

‘Kaeru no ko wa kaeru'

Air cucuran atap jatuhnya ke pelimbahan jua

Bapak burik anaknya rintik.

Buah jatuh takkan jauh dari pohonnya.

Buah jatuh ke pangkalnya.

Bagaimana contoh begitulah gubahnya

(Anak akan meniru mencontoh orang tuanya)

 

32. かっぱの川流れ

‘Kappa no kawa nagare'

Sepandai-pandai tupai melompat, sekali waktu gawal juga

Orang yang sangat ahli sekalipun dapat berbuat kesalahan)

 

33. 弘法にも筆の誤り

‘Koubou ni mo fude no ayamari'

Sepandai-pandai tupai melompat, sekali waktu gawal juga

Orang yang sangat ahli sekalipun dapat berbuat kesalahan)

 

34. 猿も木から落ちる

‘Saru mo ki kara ochiru'

Sepandai-pandai tupai melompat, sekali waktu gawal juga

Orang yang sangat ahli sekalipun dapat berbuat kesalahan)

 

35. 上手の手から水がもる

‘Jouzu no te kara mizu ga moru'

Sedangkan tupai lagi gawal.

Sepandai-pandai tupai melompat sekali-kali gawal juga.

(Betapapun pandainya seseorang, sesekali dia akan berbuat kekeliruan juga)

 

36. 火事場泥棒

‘Kajiba dorobou'

Memancing di air keruh

(Perihal seseorang yang mencari keuntungan pada saat terjadi kekacauan)

 

37. 火中の栗を拾う

‘Kachuu no kuri o hirou'

Menggalangkan batang leher

(Mempertahankan nyawa untuk menolong orang lain)

 

38. 気がもめる

‘Ki ga momeru'

Bagai awan berarak

(Kiasan terhadap hati yang gundah gulana)

 

39. 聞くは一時のはじ、聞かぬは一生のはじ

‘Kiku wa ittoki no haji, kikaku wa isshou no haji'

Segan bertanya sesat di jalan

(Bila tidak mau belajar akan menjadi bodoh)

 

40. 肝が太い

‘Kimo ga futoi'

Berani candang

(Berani menyabung nyawa, tidak takut mati)

Semangat harimau

(Berani melakukan sesuatu yang mengandung resiko besar

 

41. 苦あれば楽あり

‘Ku areba raku ari'

Berakit-rakit ke hulu berenang-renang ke tepian

(Bersusah lebih dulu baru bersenang-senang)

 

42. 食い物にする

‘Kui mono ni suru'

Mencucup benak orang

(Banyak mengambil keuntungan dari orang lain)

 

43. 口がかたい

‘Kuchi ga katai'

Bagai dekan di bawah pangkal buluh

(Perihal seseorang yang dapat menyimpan rahasia dengan baik)

 

44. 口がすぎる

‘Kuchi ga sugiru'

Lidah tak bertulang

(Mudah mencela orang lain)

Pasang masuk muara

(Seseorang yang kerjanya hanya mencela orang lain)

 

45. 口がうまい

‘Kuchi ga umai'

Bertanam tebu di bibir

(Pandai bermulut manis)

 

46. くちばしを入れる

‘Kuchibashi o ireru'

Mencari-cari beban

(Mencampuri urusan orang lain)

 

47. くちばしが黄色い

‘Kuchibashi ga kiiroi'

Nafasnya saja masih bau bawang

Darah baru setampuk pinang

Masih berbau pupuk jerangau

(Belum berpengalaman, masih muda)

 

48. 犬猿の仲

‘Ken'en no naka'

Seperti anjing dan kucing

(Tidak pernah akur)

 

49. 郷に入っては郷に従え

‘Gou ni itte wa gou ni shitagae'

Di mana bumi dipijak, di sana langit dijunjung

Dalam berselam, dangkal berjingkat

(Di manapun kita berada harus menyesuaikan diri dengan adat-istiadat yang berlaku di daerah tersebut)

 

50. 五里霧中

‘Gorimuchuu'

Seperti pikat kehilangan mata

(Bingung tidak tahu apa yang harus diperbuat)

 

51. 転ばぬ先のつえ

‘Korobanu saki no tsue'

Sedia payung sebelum hujan

(Bersiap sedia sebelum terjadi sesuatu)

 

52. 山椒は小つぶでもぴりりとからい

‘Sanshou wa kotsubu demo piriri to karai'

Kecil-kecil cabai rawit

(Kecil tetapi hebat)

 

53. 自業自得

‘Jigou jitoku'

Siapa makan cabai ialah berasa pedas

(Barang siapa berbuat buruk akan merasakan akibatnya)

 

54. 獅子身中の虫

‘Shishi shinchuu no mushi'

Bagai benalu di pohon limau

(Merugikan orang yang dijadikan penopang)

 

55. 舌が回る

‘Shita ga mawaru'

Mulut bagai ekor ayam diembus

(Seseorang yang tidak pernah bisa diam, selalu bicara saja)

 

56. 釈迦に説法

‘Shaka ni seppou'

Mengajar itik berenang

(Pekerjaan yang sia-sia)

 

57. 十人十色

‘Juunin toiro'

Asing udang, asing nikmat

(Setiap orang memiliki pendapat dan pikirannya sendiri)

 

58. 柔よく剛を制す

‘Juuyokugou o seisu'

Elang disambar punai tanah

(Orang yang kuat dikalahkan oleh orang lemah)

 

59. 尻馬に乗る

‘Shiri uma ni noru'

Ke mana angin yang deras ke situ condongnya

Seperti bangau di ekor kerbau

Bermulut di mulut orang

(Tidak punya pendirian, tidak punya pendapat sendiri)

 

60. 尻にしく

‘Shiri ni shiku'

Terlindung oleh sanggul

Terlintang oleh sanggul

(Istri yang lebih berkuasa dibandingkan dengan suaminya)

 

61. 急いては事を仕損じる

‘Seite wa koto o shisonjiru'

Terlampau cepat jadi lambat

(Pekerjaan yang dilakukan tergesa-gesa sehingga hasilnya menjadi tidak baik)

 

62. 船頭多くして船山に登る

‘Sendou ookushite fune yama ni noboru'

Gajah seekor gembala dua

Kapal satu nakhoda dua

(Ada dua pemimpin dalam satu pekerjaan)

 

63. 前門のとら後門のおおかみ

‘Zenmon no tora koumon no ookami'

Lepas dari mulut harimau, masuk ke mulut buaya

Terlepas dari mulut buaya, masuk mulut harimau

(Terhindar dari suatu kemalangan, masuk ke dalam kemalangan yang lebih besar lagi)

 

64. 千里の道も一歩から

‘Senri no michi mo ippo kara'

Berbilang dari esa mengaji dari alif

(Melakukan sesuatu harus dari permulaan)

 

65.  備えあれば憂いなし

‘Sonae areba urei nashi'

Tajam pisau karena diasah

(Orang bodoh yang menjadi pintar bila belajar keras dan tekun: Orang penakut menjadi pemberani bila ditantang terus-menerus)

 

66. そばづえを食う

‘Sobazue o kuu'

Tiada beban dicari beban, pergi ke pulau batu digalas

(Mencampuri perkara orang lain dan memperoleh kesusahan sendiri)

 

67. 高嶺の花

‘Takane no hana'

Sia-sia menantikan ara tak bergetah

(Mengharapkan sesuatu yang tak mungkin terpenuhi)

 

68. 棚からぼたもち

‘Tana kara botamochi'

Seperti tikus jatuh ke beras

(Mendapatkan kebahagiaan/rezeki tanpa perlu bersusah payah)

 

69. ちりも積もれば山となる

‘Chirimo tsumoreba yama to naru'

Sehari sehelai benang, lama-lama sehelai kain

(Suatu pekerjaan yang dilakukan dengan penuh keyakinan dan kesabaran akan membuahkan keberhasilan)

 

70. 面の皮が厚い

‘Tsura no kawa ga atsui'

Bermuka tembok

Bermuka tebal seperti badak

(Lancang, tidak tahu dimalu)

 

71. 豆腐にかすがい

‘Toufu ni Kasugai'

Air di daun keladi

(Nasihat yang tidak berbekas, masuk telinga kiri, keluar telinga kanan)

 

72. 時は金なり

‘Toki wa kane nari'

Waktu adalah uang

(Memanfaatkan waktu sebaik-baiknya)

 

73. 所変われば品変わる

‘Tokoro kawareba shina kawaru'

Lain padang lain belalang, lain bubuk lain ikannya

(Setiap negeri mempunyai aturan tersendiri)

 

74. 泣きっ面にはち

‘Nakittsura ni hachi'

Sudah basah kehujanan

Sudah jatuh tertimpa tangga

Terjatuh diimpit jenjang

(Mendapatkan kemalangan yang bertubu-tubi)

 

75. 七転び八起き

‘Nana korobi ya oki'

Patah sayap bertongkat paruh

Tertumbuk biduk dikelokkan, tertumbuk kata dipikiri

(Tidak berputus asa dan terus berusaha sekuat tenaga)

 

76. ぬかにくぎ

‘Nuka ni kugi'

Ibarat menyurat di atas air

(Sama sekali tidak berbekas; pekerjaan yang sia-sia)

 

77. ぬれ手で粟

‘Nure te de awa'

Pejatian balam padi rebah

Mendapat pisang kobak

(Mendapatkan keuntungan tanpa harus bersusah payah)

 

78. 猫に小判

‘Neko ni koban'

Kodok dapat bunga sekuntum

(Sia-sia saja; tidak dapat memanfaatkan sesuatu yang baik)

 

79. 猫をかぶる

‘Neko o kaburu'

Patah selera banyak makan, sakit kepala panjang rambut

(Malu-malu kucing)

 

80. 能あるたかはつめをかくす

‘Nou arutaka wa tsume o kakusu'

Seperti ilmu padi, makin merunduk makin berisi

(Semakin tingi ilmunya, semakin rendah hatinya)

 

81. のるか反るか

‘Noruka soruka'

Untung sabut timbul, untung batu tenggelam

(Sesuatu yang untung-untungan)

 

82. 火のない所に煙は立たない

‘Hi no nai tokoro ni kemuri wa tatanai'

Kalau tak ada api, masa kan ada asap

(Kalau tidak ada kesalahan yang dilihat orang, tak mungkin dituduh)

 

83. ぶたに真じゅ

‘Buta ni shinju'

Laksana kodok dapat bunga sekuntum

(Sia-sia saja; tidak dapat memanfaatkan sesuatu yang baik)

 

84. 鬼に金棒

‘Oni ni kanabou'

Besi baik dibajai (diringgiti)

(Barang yang sudah baik bertambah baik lagi)

 

85. 苦あれば楽あり

‘Ku areba raku ari'

Berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ketepian

(Bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian)

 

86. 気が置けない

‘Ki ga okenai'

Selapit seketiduran sebantal sekalang ulu

(Persahabatan yang sangat akrab)

 

87. 気が気でない

‘Ki ga ki denai'

Seperti orang kecabaian

Bagai tidur di atas enjelai

Seperti ikan terkena jerat

Bagai jawi terkurung

(Sangat gelisah/khawatir)

 

88. 軌道に乗る

‘Kidou ni noru'

Seperti air hilir

Sebagai kumbang putus tali

(Berjalan dengan lancer)

 

89. 腰が低い

‘Koshi ga hikui'

Mulut manis hati berkait

(Sopan; Ramah; Mengutamakan sopan santun)

 

90. 自画自賛

‘Ji ga ji san'

Menguningkan kunyit sendiri

(Memuji diri sendiri)

 

91. 歯牙にもかけない

‘Shiga ni mo kakenai'

Tak menghangat mendingin

(Tak menghiraukan; Tak memperdulikan)

 

92. しびれを切らす

‘Shibire o kirasu'

Telah penuh sebagai sukat

Menyukat penuh sudah

(Habis kesabaran)

 

 

93. 朱に交われば赤くなる

‘Shu ni majiwareba akaku naru'

Bersambut dengan juara, selilit benang bulang tahu juga

Bagaimana pohon tiada tumbang dipanah halilintar, sebab baluhan kulit ada di batangnya.

Bermain-main dengan kerbau, dilontarkannya muka dengan ekor

(Bergaul dengan orang yang bernoda tentu akan kena noda)

 

94. 針小棒大

‘Shinshou boudai'

Cakapan sejengkal dibawa sehasta

Laksana katak, sedikit hujan banyak bermain

(Membesarkan perkara sepele)

 

95. どろをかぶる

‘Doro o kaburu'

Bagai kambing dihalau ke air

(Disuruh mengerjakan sesuatu yang tidak disukainya)

 

96. 風の頼り

‘Kaze no tayori'

Kabar angin

(Desas-desus yang biasanya tidak mengandung kebenaran)

 

97. 空き樽は音が高い

‘Akidaru wa oto ga takai'

Tong kosong nyaring bunyinya

(Orang yang bodoh biasanya banyak cakapnya/bualnya)

 

98. 言うはやすく行うは難し

‘Iu wa yasuku okonau wa katashi'

Murah di mulut, mahal di timbangan

(Mudah mengatakannya, tetapi sukar melakukannya)

 

99. 一難去ってまた一難

‘Ichinan satte mata ichinan'

Berbukit di balik pendakian

(Lepas dari kesukaran yang satu, mendapat kesukaran yang lain)

100.      有為転変

‘Ui-tenpen'

Patah tumbuh, hilang berganti

(Segala apa yang ada di alam semesta ini mengalami perubahan)

 

101.      刎頸の交わり

‘Funkei no majiwari'

Tidak dapat diungkit dengan besi hangat

(Tidak dapat dipisahkan lagi karena merasa cocok)

 

102.      我田引水

‘Gaden insui'

Beraja di hati, bersultan di mata

(Orang yang suka berbuat sesuka hati dan sewenang-wenang; menurutkan kemauannya sendiri)

 

103.      愚考、山を移す

‘Gukou, yama o utsusu'

Kalau pandai meniti buih, selamat badan sampai ke seberang

(Jika dapat mengatasi kesukaran tentu maksud dapat dicapai)

 

104.      芸術は長く、人生は短し

‘Geijutsu wa nagaku, jinsei wa mijikashi'

Hancur badan dikandung tanah, budi baik dikenang jua

(Budi bahasa yang baik tidak akan dilupakan orang)

 

105.      左団扇で暮らす

‘Hidari uchiwa de kurasu'

Bagai kucing tidur di bantal

(Orang yang senang hidupnya, tiada kekurangan suatu apa pun)

 

106.      人の口に戸は立てらぬ

‘Hito no kuchi ni to wa tateranu'

Mulut tabuh dapat disumbat, mulut orang bagaimana menyumbatnya

(Tak seorang pun dapat menghentikan gosip yang sedang beredar; Jika sesuatu rahasia diketahui seseorang, dalam waktu tak berapa lama pun akan tersiar ke mana-mana)

 

107.      骨折り損のくたびれ儲けさ

‘Honeorizon no kutabire moukesa'

Umpan habis, ikan tak kena

(Upaya yang tidak mendatangkan hasil sedikit juga, bahkan merugi)

 

108.      因果応報

‘Inga ouhou'

Bagaimana ditanam, begitu pula dituai

(Hukum karma; Berbuat jahat, jahat pula balasannya; Berbuat baik, baik pula yang didapat)

 

109.      石に灸

‘Ishi ni kyuu'

Membuang garam ke laut

(Melakukan suatu pekerjaan yang sia-sia, tidak ada gunanya)

 

110.      壁に耳あり障子に目あり

‘Kabe ni mimi ari shouji ni me ari'

Berkata siang melihat-lihat, berkata malam mendengar-dengar

(Jika hendak membicarakan sesuatu, harus selalu berhati-hati)

 

111.      金の切れ目が縁の切れ目

‘Kane no kireme ga en no kireme'

Ada uang, abang saya; tak beruang, abang payah

Ada uang abang sayang, tak ada uang abang melayang

(JIka kita sudah jatuh miskin, orang pun menjauhi kita)

 

112.      かわいい子には旅をさせよ

‘Kawaii ko ni wa tabi o saseyo'

Sayang di anak dibenci, sayang di negeri ditinggalkan

(Yang disayangi itu hendaknya jangan terlalu dimanjakan)

 

113.      口は災いのもと

‘Kuchi wa wazawai no moto'

Mulutmu harimaumu, akan mengerkah kepalamu

(Bila tak berhati-hati berbicara, malapetaka bisa datang menimpa)

 

114.      蒔かぬ種は生えぬ

‘Makanu tane wa haenu'

Hujan berpohon, panas berasal

(Segala sesuatu tentu ada sebabnya)

 

115.      俎板の鯉

‘Manaita no koi'

Bagai ayam kena kepala

(Tidak dapat berbuat apa-apa lagi)

 

116.      三日坊主

‘Mikka bouzu'

Hangat-hangat cirit ayam

(Kemauan sementara yang akhirnya hilang)

 

117.      味噌も糞も一緒

‘Miso mo kuso mo issho'

Atap rumbia, perabung upih

(Barang yang baik bercampur dengan barang yang buruk)

 

118.      二枚舌を使う

‘Nimai jita o tsukau'

Lidah bercabang bagai biawak

(Seseorang  yang tidak bisa dipercaya kata-katanya)

 

119.      帯に短し、襷に長し

‘Obi ni mijikashi, tasuki ni nagashi'

Seperti berselimut kain sehasta

(Serba tanggung)

 

120.      尾ひれが付く

‘Ohire ga tsuku'

Menjual petai hampa

(Membual)

 

121.      鳶が鷹を生む

‘Tonbi ga taka o umu'

Anak kucing menjadi harimau

(Anak orang miskin menjadi orang yang berpangkat)

 

122.      虎は死して皮を残し、人は死して名を残す

‘Tora wa shishite kawa o nokoshi, hito wa shishite na o nokosu'

Harimau mati meninggalkan belang, gajah mati meninggalkan gading

(Orang yang berjasa akan selalu disebut-sebut, walaupun telah mati)

 

123.      弘法、筆を択ばず

‘Koubou, fude o erabazu'

Kalau pandai menggulai, badar pun menjadi tenggiri

(Orang yang pandai, meskipun kurang alat atau syaratnya, dapat juga mengerjakan sesuatu dengan baik)

 

124.      医者の不養生

‘Isha no fuyoujou'

Ketam menyuruhkan anaknya berjalan betul

(Orang yang memberi nasihat, tetapi dirinya sendiri tidak melakukan seperti yang dinasihatkannya)

 

125.      女三人寄れば姦しい

‘Onna sannin yoreba kashimashii'

Bunyi perempuan di air

(Ramai/gaduh sekali)

 

126.      枯れ木も山の賑わい

‘Kareki mo yama no nigiwai'

Tiada rotan akar pun berguna

(Jika tidak ada barang yang baik, yang kurang baik pun dapat dimanfaatkan)

 

127.      危急存亡のとき

‘Kikyuu sonbou no toki'

Nyawa bergantung di ujung kuku

(Dalam keadaan sulit dan berbahaya)

 

128.      雨垂れ石を穿つ

‘Amadare ishi o ugatsu'

Sekeras-kerasnya batu bila tertimpa hujan akan retak juga

(Dengan usaha yang terus menerus/konsisten pasti akan berhasil)

 

129.      口に蜜あり、腹に険あり

‘Kuchi ni mitsu ari, hara ni ken ari'

Lain di mulut, lain di hati

Manis mulutnya bercakap seperti santan manisan, di dalamnya bagai empedu

(Perkataannya berbeda dengan isi hatinya; Manis perkataannya, tetapi jahat maksudnya)

 

130.      口では大阪の城も建つ

‘Kuchi de wa Oosaka no shiro mo tatsu'

Lidah tak bertulang

(Mudah saja mengatakan sesuatu, yang berat adalah melaksanakannya; Semua orang bisa kalau hanya berbicara saja)

 

131.      虎口を逃れて竜穴に入る

‘Kokou o nogarete ryuuketsu ni iru'

Dari lecah lari ke dur

(Menghindarkan diri dari kesukaran, mendapat kesukaran lainnya)

 

132.      言葉は国の手形

‘Kotoba wa kuni no tegata'

Bahasa menunjukkan bangsa

(Budi bahasa atau perangai serta tutur kata menunjukkan sifat dan tabiat seseorang)

 

133.      才子、才に倒れる

‘Saishi, sai ni taoreru'

Gajah mati karena gadingnya, harimau mati karena belangnya

(Mendapat celaka karena ketakaburannya sendiri)

 

134.      三寸の舌に五尺の身を亡ぼす

‘Sanzun no shita goshaku no mi o horobosu'

Berkata peliharakan lidah

(Hendaklah selalu berhati-hati dalam mengeluarkan perkataan)

 

135.      獅子の子落とし

‘Shishi no ko otoshi'

Seperti ayam patuk anaknya

(Mendidik  anak dengan keras agar bisa sukses dalam hidupnya)

 

136.      水火を辞せず

‘Suika o jisezu'

Genggam bara api biar jadi abu

(Bersabar dan pantang menyerah dalam melakukan sesuatu agar berhasil)

 

137.      上手の手から水が漏る

‘Jouzu no te kara mizu ga moru'

Tak ada pendekar yang tak bulus, tak ada juara yang tak kalah

(Tidak ada seorang pun yang tak pernah melakukan kesalahan)

 

138.      沙弥から長老にはなれぬ

‘Shami kara chourou no wa naranu'

Berbilang dari esa, mengaji dari alif

(Jika melakukan sesuatu hendaknya menurut aturan)

 

139.      小の虫を殺して大の虫を助ける

‘Shou no mushi o koroshite dai no mushi o tasukeru'

Jual sutera, beli mastuli

(Mengorbankan yang kecil untuk mendapat yang lebih baik)

 

140.      酸いも甘いも噛み分ける

‘Sui mo amai mo kami wakeru'

Tahu di asin garam

Merasai asin garam

Sudah banyak makan asam garam

(Orang yang telah memiliki banyak pengalaman)

 

141.      大事は小事より起こる

‘Daiji wa shouji yori okoru'

Disangka tiada akan mengaram, ombak yang kecil diabaikan

(Kesalahan kecil tak jarang berakibat fatal)

 

142.      多勢に無勢

‘Tazei ni buzei'

Mencit seekor, penggada seratus

(Berhadapan dengan lawan yang lebih banyak)

 

143.      矯めるなら若木のうち

‘Tameru nara wakagi no uchi'

Kalau masih rebung mudah dipatahkan, kalau sudah betung tak terpatahkan.

Ketika lagi rebung tiada dipatah, ketika sudah jadi aura pa gunanya

(Mendidik anak hendaknya dari selagi kecil karena kalau sudah besar, akan sulit menerapkannya)

 

144.      敵は本能寺にあり

‘Teki wa honnnouji ni ari'

Berlurah di balik pendakian

(Ada maksud lain yang tersembunyi)

 

145.      鉄は熱いうちに打て

‘Tetsu wa atsui uchi ni ute'

Besi ditempa selagi panas

(Selagi masih memiliki kemampuan berusaha melakukan sesuatu sebisa mungkin)

 

146.      読書百篇、義、自ずから見る

‘Dokusho hyappen, gi, onozukara arawaru'

Lancar kaji karena diulang, pasar jalan karena diturut

(Seseorang akan menjadi pandai bila terus menerus berlatih)

 

147.      隣の花は赤い

‘Tonari no hana wa akai'

Rumput tetangga selalu lebih hijau

(Iri melihat milik orang lain/barang yang nampaknya lebih baik)

 

148.      捕らぬ狸の皮算用

‘Toranu tanuki no kawa zanyou'

(Belum apa-apa sudah banyak rencana; Sudah bersenang-senang sebelum maksudnya tercapai)

 

149.      泥棒にとらえて縄をなう

‘Dorobou no toraete nawa o nau'

Hari pagi dibuang-buang, hari petang dikejar-kejar)

(Menyia-nyiakan kesempatan, kemudian mengejarnya setelah terlambat)

 

150.       鳴く猫は鼠を捕らぬ

‘Naku neko wa nezumi o toranu'

Pandai menyimpat tak pandai menorah

(Hanya bisa memerintah saja, tetapi tidak dapat melakukan sesuatu yang diperintahkan tersebut)

 

151.       ひとたび鳴けば人を驚かす

‘ Hitotabi nakeba hito o odorokasu'

Duduk seperti kucing, melompat seperti harimau'

(Orang yang pendiam, apabila sekali memperlihatkan kepandaian berbicara atau ketangkasan tingkah lakunya, barulah orang tahu akan kecakapannya)

 

152.       情けは人の為ならず

‘Nasake wa hito no tamenarazu'

Ada ubi ada talas, ada budi ada balas

(Suatu perbuatan pasti ada balasannya)

 

153.      抜かぬ太刀の高名

‘Nukanu tachi no koumyou'

Besar bungkus tak berisi

(Orang yang besar cakapnya biasanya kurang ilmunya)

 

buku darjat gif

 

Bisnis Syariah bagi

Siapa pun....

=============

Ngfren di Owner's FB

CLICK HERE